Blog

Berbagai desinfektan dengan kegunaannya

Dewasa ini sudah cukup banyak bahan kimia sebagai desinfektan yang diperjualbelikan di pasaran. Akan tetapi rupanya masih banyak peternak sulit memilihnya, dan bahkan ada yang beranggapan bahwa semua jenis desinfektan mampu membasmi segala jenis organisme, dan ini adalah hal yang sama sekali tidak benar. Oleh karena itu perlu diketahui lebih lanjut tentang berbagai amcam desinfektan dan kegunaannya.

1. Creolis Sapenatum
Pada umumnya Liquor Creolis Sapenatum dijual dalam bentuk Lysol. Lysol memiliki daya kerja yang lebih luas terhadap organisme dan kemampuannya 3 kali lebih besar daripada phenol.

2. Amoniak
Pada infeksi Coccidiosis, amoniaklah yang harus dipergunakan sebagi desinfektan agar oocyst coccidian bisa terbasmi. Desinfektan ini penggunaannya dengan larutan amoniak 20%

3. Formalin
Untuk infeksi ND perlu menggunakan formalinphenaol dan kalium permanganate yang mampu membasmi virus ND.

4. Copper sulfat
Jka didalam kandang terjadi infeksi Aspergillosis, dimana litter dalam keadaan lembab, maka kandang tersebut bisa di semprot dengan fungisida seperti : Copper sulfat dengan larutan 0,5%.

5. Sumithion dan Malathion
Sedangkan kandang yang terkena infeksi parasit luar dapat didesinfektir dengan menyemprotkan insektisida seperti Sumithion ataupun Malathion. Baik Sumathion maupun Malathion ini akan menjadi inaktif bila terdpat bahan-bahan alkalis, dalam hal ini termasuk kotoran ayam. Itulah sebabnya, maka penyemprotan dengan insektisida dilakukan sesudah kandang itu dicuci bersih dengan soda.

6. Jodophor
Bahan ini merupakan sintesis dari njodium dan zat organis. Desinfektan ini ssangat efektif terhadap semua kuman gram positif dan negative, cendawan dan virus.

Read More

Suplemen Probiotik

Salah satu solusi untuk meningkatkan serta menjaga produktivitas ternak yaitu dengan memaksimalkan pasokan nutrien kepada ternak sesuai dengan genetiknya, dengan menambahkan bahan pakan aditif berupa suplemen PROBIOTIK.  Probiotik adalah sebuah preparat produk siap yang mengandungi mikroorganisme yang diketahui jenisnya dan dalam jumlah viable serta memberi manfaat kepada kesehatan makhluk hidup dengan mengubah mikroflora (dengan implantasi atau kolonisasi).

Probiotik merupakan pakan aditif berupa mikroba hidup yang dapat meningkatkan keseimbangan dan fungsi pencernaan hewan inang, memanipulasi mikroflora saluran pencernaan untuk tujuan peningkatan kondisi kesehatan serta meningkatkan produktivitas ternak. Beberapa penelitian menunjukkan, penambahan probiotik mempunyai dampak positif. Salah satunya menyatakan, bahwa banyaknya kandungan mikroorganisme hidup dalam usus ternak dapat memengaruhi metabolisme dalam usus, meningkatkan populasi mikroorganisme yang menguntungkan, sehingga produktivitas ternak lebih baik.

Probiotik merupakan produk yang mengandung mikroorganisme hidup nonpatogen yang ditambahkan ke dalam pakan, yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan, efisiensi penggunaan ransum, kecernaan bahan pakan dan kesehatan ternak melalui perbaikan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan. Beberapa mikroba yang berasal dari saluran pencernaan ternak unggas, terutama pada ayam pedaging dan ayam petelur, telah direkomendasikan oleh beberapa penelitian sebagai sumber probiotik yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi telur, efisiensi pakan dan menghasilkan produk ternak (daging dan telur) yang rendah kolesterol, serta mengurangi bau kandang.

Beberapa mikroorganisme yang disebut EM/Effective Microorganisms yang banyak diterapkan dalam pertanian dan peternakan antara lain: EM-2, EM-3, EM-4, kultur kapang, kultur mikroba rumen, mikroorganisme yang diklon dengan sel pembentukan hormon. EM-2 ialah campuran lebih dari 80 spesies mikroorganisme. Bentuknya cair dengan pH 7,0 dan disimpan dalam pH 8,5. Jumlah mikroorganisme dalam kultur sangat pada mencapai 109/gr. EM-3 merupakan kultur bakteri yang terdiri dari 95% bakteri fotosintetik yang disimpan pada pH 8,5 dengan jumlah sama dengan EM-2. EM-4 merupakan mikroorganisme yang banyak digunakan bagi peternakan, karena 90% bakteri di dalamnya ialah Lactobacillus Spp. Bakteri lainnya Azotobacter, Clostridia, Enterobacter, Agrobacterium, Erwinia, Pseudomonas, dan mikroorganisme pembentuk asam laktat. Media kulturnya berbentuk cairan dengan pH 4,5. Jumlah mikroorganisme di dalamnya sama dengan EM-2 dan EM-3.

Dalam bidang peternakan, arti probiotik cukup penting karena saat ini sebagian orang takut terhadap makanan yang mengandung kolesterol. Kadar kolesterol biasanya tinggi pada makanan yang kadar lemaknya tinggi. Dengan pemanfaatan probiotik, kini muncul produk ternak seperti telur rendah kolesterol, daging sapi rendah kolesterol, daging broiler bebas residu antibiotik, dan banyak lagi produk lainnya. Selain itu, banyak peternak yang memanfaatkan EM-4 dengan maksud untuk menghilangkan bau dalam kandang, dan ternyata dengan pengamatan sekilas hasilnya cukup memuaskan. Untuk mengurangi keadaan ini memang masih diperlukan penelitian yang intensif, lebih cermat dan dengan data yang terukur.

Dari berbagai hasil penelitian, maka efek probiotik pada ternak secara garis besar adalah :

  1. Meningkatkan laju pertumbuhan ternak ayam potong (Fuller, 1992). Peningkatan laju pertumbuhan ini terjadi dengan menekan jumlah mikroorganisme patogen yang mengganggu pertumbuhan dalam kondisi subklinis. 
  2. Memperbaiki produksi susu secara kualitatif dan kuantitatif (William dan New Bold, 1990). Untuk ini mikroorganisme yang paling baik ialah kapang Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae. 
  3. Meningkatkan produksi telur baik jumlah maupun berat telurnya (Fuller, 1992). 
  4. Memperbaiki konversi ransum pada ayam yang diberi Enterococcus faecium (Kumprent, dkk. 1984). 
  5. meningkatkan kesehatan ternak (Fuller, 1992).

Read More

Enzim, Biokatalis yang banyak diminati

Biokatalis yang mempercepat reaksi-reaksi kimia ini, kini dijadikan pilihan pertama untuk optimalisasi produksi unggas dan meminimalkan dampak lingkungan. Sekarang ini, tren pemakaian enzim pada unggas semakin populer. Dalam aktivitasnya, dapat dipengaruhi oleh beberapa molekul. Inhibitor yaitu molekul yang menurunkan aktivitas enzim dan aktivator yaitu molekul yang berfungi meningkatkan aktivitas enzim.

Enzim yaitu biomelokul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis dalam kehidupan makhluk hidup. Di dalam sel dan organisme hampir semua reaksi dipengaruhi oleh enzim.

Fungsi Enzim yaitu katalisator organik / biokatalisator. Enzim berfungsi Namun, tanpa keberadaan enzim, reaksi samping yang memungkinkan dapat terjadi dan menghasilkan produk yang berbeda.

Di Bogor, pakar enzim unggas dari University of Maryland, Amerika Serikat, Prof Rosaline Angel berbagi hasil penelitian dan perkembangan enzim pakan pada nutrisi unggas. Prof. Angel mengatakan bahwa enzim adalah protein. Enzim juga spesifik terhadap suhu dan pH. Menurut Professor rentang pH lebih penting diperhatikan ketimbang pH optimum dari suatu enzim. Prof. Angel juga menyebut tiap enzim memiliki spesifik substrat. ”Substrat ini sangat penting dalam reaksi enzimatik. Ibarat gembok dan kunci, substrat adalah gembok dan enzim adalah kuncinya. Karena itu kita harus memperhatikan substrat ini,.

Terang Johney Lee,  General Manager Animal Science Marketing Division CTC Bio, perusahaan produsen enzim pakan asal Korea. Substrat merupakan molekul saat awal proses enzimatik yang kemudian dikonversi menjadi molekul lain sebagai produknya. Contoh produk dari enzim lactase yaitu: galaktosa dan glukosa, yang merupakan hasil konversi dari substrat laktosa. ”Contoh lainnya, enzim phytase substrat spesifiknya adalah phytate. Glucanase adalah glucan, xylanase adalah xylan dan mannanase adalah mannan,” tuturnya kepada TROBOS belum lama ini di Jakarta. Tambah Lee, dari sekian banyak enzim pakan yang ada, ada 2 jenis enzim yang banyak digunakan pabrik pakan. Yaitu enzim phytase dan enzim yang mendegradasi NSP (Non-Starch Polysaccharide). Menurut Johney Lee, Enzim yang mendegradasi NSP ada beberapa macamdiantaranya yaitu: xylanase, β-glucanase, dan β-mannanase.

β-mannanase dan PKM 
Dari enzim yang mendegradasi NSP, kata Lee, β-mannanase cukup banyak digunakan pada pakan unggas. ”Suplementasi β-mannanase terbukti mampu meningkatkan utilitas energi pada pakan unggas yang berbasis jagung-kedelai dan berpotensi menurunkan biaya pakan. Ini karena enzim ini dapat menghidrolisa β-mannan yang terkandung dalam tepung kedelai,” tuturnya. Negara Indonesia mempunyai jumlah Palm Kernel Meal / tepung inti sawit dalam kuantitas banyak, sehingga potensial untuk bahan pakan alternatif unggas. Melihat kondisi itu, bagi Lee, penggunaan PKM sebagai bahan baku pakan unggas alternatif adalah potensial sebagai upaya efisiensi. PKM mengandung banyak β-mannan. β-mannan juga tergolong serat antinutrisi yang berdampak negatif pada performa produksi unggas. Karena jumlah β-mannan-nya banyak sehingga membuat penggunaan PKM jadi terbatas. ”Enzim β-mannanase dapat menghidrolisa β-mannan yang banyak tersebut, sehingga tidak terdapat lagi efek negatif pada unggas dan bahkan meningkatkan ketersediaan energi,” ungkap doktor lulusan Seoul National University, Korea ini.

Kestabilan Panas Enzim Phytase
Prof. Angel menginformasikan, dibanding 5 tahun lalu, penggunaan enzim phytase pada pakan broiler (ayam pedaging) di Amerika Serikat sekarang mencapai sekitar 95 %. Tingginya penggunaan ini, menurutnya, karena pabrik pakan mengetahui bagaimana cara kerja dan manfaatnya, yaitu dapat menurunkan biaya pakan karena menurunkan level penggunaan P (fosfor) inorganik. Sekaligus menurunkan ekskresi P pada feses. Di Indonesia, kata Suaedi Sunanto yang Animal Nutrition and Health Manager DSM Indonesia, penggunaan enzim phytase pada pakan layer (ayam petelur) mencapai sekitar 95 %.

Multi Enzim 
Tertarik mendalami interaksi dan pengaruh dari kombinasi berbagai enzim pakan, Angel mengatakan bahwa ia dan timnya akan melakukan penelitian dengan mengkombinasikan enzim phytase, xylanase, dan protease. ”Penelitian ini akan memiliki 7 negatif kontrol. Masing-masing 1 negatif kontrol pada tiap enzim. Dan 4 negatif kontrol untuk kombinasi dari ketiga enzim itu,” terangnya.

Sumber: Fak. Peternakan Universitas Padjadjaran

Read More

Membuat Konsentrat Sendiri

Konsentrat atau makanan komplit adalah makanan siap saji (indomie kali...) yang langsung di berikan kepada ternak tanpa perlu lagi perlakuaan tertentu. Kandungan nutrisi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan dibuat ideal menurut tingkatan periode pemeliharaan. Tidak berlebih ataupun kurang, sebab masa Grower jika nilai nutrisi tidak sesuai kebutuhan ,maka pada masa Finister atau Layer produksi telur tidak bisa maksimal. Misal : BR1, BR2, ADI, ADII, makanan Ruminansia P11 atau 521, PAR-S dan masih banyak lagi. Simak terus bagaimana cara membuat konsentrat sendiri.

Konsentrat adalah makanan dengan kadar protein tinggi, 32% untuk ayam dan 38% untuk bebek atau itik. Dalam hal ini peternak tinggal menambahkan jagung dan katul,. Kenapa di buat dengan kadar protein tinggi? Ini di maksudkan untuk merahasiakan komposisi formula bahan pakan yang di ramu. Tapi jangan kuatir, nanti kita bedah, kita buka bersama formula yang di rahasiakan oleh pabrikan tersebut. Nah saya rasa sekarang sudah cukup jelas perbedaan makanan komplit dan konsentrat, jangan salah mengartikan lagi ya…

Bentuk ransum makanan ayam dan bebek atau itik ada tiga macam jenis yang harus di pahami terlebih dahulu, yaitu: 

Bentuk makanan halus atau Mash adalah keadaan keseluruhan ransum dalam kondisi berbentuk tepung halus. Biasanya untuk campuran pakan pada ternak yang sudah berproduksi. Karena halus maka ayam tidak bisa lagi pilih-pilih dengan makanan yang di sajikan, sehingga feed supplement otomatis langsung termakan.

Bentuk makanan pecah halus atau Crumble adalah mbentuk makanan yang sebelumnya sudah di bentuk berbutir tapi setengah di giling kembali untuk memecah bentuk makanan berbutir menjadi setengah pecah campur halus dengan butiran. Misal BR I, BR II, 521, PAR-S. Biasanya untuk jatah konsumsi anak ayam atau untuk ayam potong. Bentuk makanan butiran utuh atau Pellet adalah bentuk makan modifikasi dari bentuk Crumble dan Mash. Biasanya yang berbentuk butiran utuh ini yang paling di sukai oleh ternak, hanya kelemahannya sering terjadi peristiwa Canibalisme sesame ternak.

Dasar pemahaman ini memang harus clear dahulu sebelum menginjak pembahasan lebih jauh. Sehingga tidak terjadi kesalahan yang tidak perlu. Sekarang kita bedah tuntas rahasia komposisi formula konsentrat pabrik itu…Yang kita bahas kali ini khusus untuk konsentrat ayam dan bebek atau itik saja, takutnya nanti kalau tidak di batasi, pembahasan bisa melebar kemana-mana. Bahan yang biasanya di pake buat meramu Tepung Ikan, Bungkil Kelapa, Bungkil Kedelai, MBM(meat bone mill), Rape Seed, Poltry by produkc, Tepung Daun, DL-Metionin, tepung bulu, minyak nabati, bungkil kelapa, pollard, bungkil kacang tanah, canola, tepung daun, vitamin, calcium, fosfat, dan trace mineral. Yang jadi pertanyaan adalah…apa lantas ke semua bahan pakan di atas dipakai? Tentu saja tidak, jika kita selalu mengikuti pabrik lalu mamaksa diri berbuat seperti pabrik besar. Itu sungguh tindakan yang sangat konyol, tidak melihat dengan kemampuan diri sendiri.

Mungkinkah dana cadanganmu, sekuat pabrik besar? Realis saja, jangankan mendatangkan bahan pakan dari luar negeri, sedang mendatangkan dari luar pulau saja kita kelimpungan. Dasar pemilihan kita untuk menentukan bahan pakan mana yang di pilih untuk menyusun konsentrat adalah produk local, stock terjamin, murah di harga, dan mutu nutrisi yang mumpuni. Ini memang terlalu idealis Nasionalis, ke depan, bangsa yang tidak bisa menyediakan keperluaannya sendiri maka selamanya akan selalu di dikte bangsa lain. Yang bisa bertahan adalah yang punya visi kemandirian berdikari dalam bekerja. Dengan pertimbangan harga, kenapa produck dari PT Charoen Pokphand lebih mahal di bandingkan dengan produck PT lain? Sebabnya PT Charoen Pokphand dalam susunan formula pakan ransum masih di sertakan Tepung Ikan, sedang PT yang lain hanya menggunakan MBM (meat bone mill) dan Poultry by produck, dan bahan yang lain, tidakmenggunakan lagi Tepung Ikan. Maka dalam praktek nyata di peternakan, bebek petelur yang pakai produck PT Charoen Pokphand berat dan besar telur lebih unggul di banding PT lain. Inilah perbedaan hasil tepung ikan dan MBM.

Kenapa bisa begitu ? saya sendiri juga belum mengerti sebabnya…ini bagian para pakar untuk menelitinya…. Sedang keunggulan PT Japfa Comfeed, PT Wonokoyo pada hasil pewarnaan gradasi kuning telur agak kemerahan. Di mungkinkan adanya penambahan Caroten Xanthophil sintetis pada formulanya. Silahkan di pilih mau yang telur besar atau yang gradasi kuning telur kemerahan. Sama sama Crude Protein 38% tapi beda penyusun bahan pakan, hasil akhir di produksi jadi sangat berlainan sekali. Misalnya begini, CP 38% penyusun ransum dominan protein nabati dengan penyusun ransum dominan protein hewani, tentu produktivitas bagusan yang penyusun ransum pakai yang dominan protein Hewani. Di karena kan susunan Asam Amino protein hewani lebih komplit di bandingkan asam amino protein nabati/ tumbuhan.

Mari kita buat formula konsentrat untuk ayam, yaitu :


Bungkil kedelai : 33 kg
Bungkil kalapa : 43 kg
Tepung ikan : 7 kg MBM : 7 kg
Tepung daun : 5 kg Top mix : 2 kg
Minyak ikan : 3 kg
Crude protein : 32,52 %,
Energi Metabolisme : 2435 Kcal/kg.

Sebagai pembanding saya cantumkan konsentrat 124 produksi PT Charoen Pokphand :

Crude protein : 30-32 % sedang Energi Metabolisme: 2400 – 2700 Kcal/kg

Sedangkan konsentrat bebek dengan formula sebagai berikut :


Bungkil kedelai : 28 kg
Bungkil kelapa : 29 kg
Tepung ikan : 17 kg MBM : 17 kg
Tepung daun : 5 kg
Minyak ikan : 2 kg
Top mix : 2 kg
Crude protein : 38,58 %,
Energi Metabolisme : 2538 Kcal/kg,

Sebagai pembanding konsentrat 144 produksi PT Charoen Pokphand, crude protein :37 – 39 %, Energi Metabolisme saya belum mengetahuinya. Saya tidak mewajibkan rekan rekan semua harus memakai formula saya, itu hanya sebagai contoh saja, karenanya kandungan lemak, abu, serat kasar, dan bahan kering saya tidak menghitungnya.

Satu lagi pembanding saya cantumkan formula Ir.Wiharto sebagai berikut :
Bungkil kelapa : 37 %
Bungkil kedelai ; 20 %
Tepung ikan : 38 %
Tepung daun : 5 %
Crude protein : 38,5 %,
Energi metabolism : 2488 Kcal/kg

Ini hanya sebagai contoh saja, gunakan bahan bahan pakan yang banyak bertebaran di sekitar lingkungan anda semua. Jangan anda terikat dengan bahan pakan yang sulit anda dapatkan, berdayakan bahan pakan local yang murah di harga dan nilai nutrisi yang memenuhi syarat untuk di jadikan formula pakan. Contoh lagi, peternak bebek petelur di Jabodetabek/tangerang pernah dimuat dikoran. Bahan pakan yang di gunakan hanya limbah kepala udang, nasi aking dan limbah restoran /pasar. Tapi hasil telurnya luar biasa dengan kuning telur merah total dan jadi rebutan pedagang pengepul telur bebek karena telur ini termasuk dalam criteria telur organic.

Ingat tidak di pakai konsentrat pabrik sama sekali. Salah satu peternak ayam kressing di klaten ada juga yang ransum pakannya tanpa konsentrat pabrik sama sekali, yaitu jagung, katul dan tepung ikan + mineral B12. Itu tho ndak ada yang lain, tapi produktivitas telurnya juga bagus. Ayam yang di pelihara ayam kressing super.

Author: Betha Sutrisno, Peternak Ayam Kresing - Klaten

Read More

Recent Posts

Latest Tweets

Flickr Photostream