Blog

Sejarah Ayam Petelur

Sebelum tahun 1940, peternakan ayam petelur itu hanya merupakan usaha sampingan bagi para petani. Populasi yang dipelihara pun juga tidak besar, sekitar 20 sampai 150 ekor saja. Ternak ayam ini dilakukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja, sedangkan kalu ada sisanya baru di jual ke pasar.

Pada waktu itu ayam dipelihara tidak didalam kandang, dibiarkan lepas dan bebas berkeliaran kemana saja. Tetapi dikarenakan adanya suatu pemikiran bahwa ayam yang berkeliaran itu dianggap bdrbahaya bagi penyebaran penyakit, maka ayam-ayam tersebut kemudian dikandangkan atau di kurung. Ternyata ayam yang dikandangkan inipun produksinya tidak mengecewakan, justru lebih bagus dan tidak menganggu serta menghemat tempat.

Dengan bagusnya produksi dari ayam yang dikandangkan itu akhirnya menarik perhatian para petani. Sehingga akhirnya banyak petani yang memperluas usahanya dalam bidang peternakan ayam petelur ini. Perkembangan usaha peternakan ini kemudian juga di ikuti oleh usaha-usaha pembibitan ilmiah, pembuatan makanan dan cara-cara pemeliharaan yang lebih intensif.

Di dalam perkembangan yang lebih lanjut, bermunculanlah usaha pembibitan modern yang berusaha mengembangkan ras-ras ayam murni untuk dikembangkan menjadi hybride-hybride baru, yang secara genetis bisa dipertanggungjawabkan mutunya. Hasil dari usaha pengembangan pembibitan inilah yang sekarang kita kenal dengan istilah strain.

Sehingga dewasa ini didunia peternakan dikenal berbagai macam nama ayam DOC dan merek dagang sesuai dengan Farm yang memproduksinya. Disamping itu juga bermunculan pabrik makanan ternak dan obat-obatan yang terus berkembang hingga saat ini.

Read More

Protein yang diperlukan ayam ras petelur

Untuk menunjang kebutuhan hidup pokok dan produksi, ayam membutuhkan kandungan nutrisi yang lengkap berupa protein, energi, vitamin, mineral dan air. Kesemuanya ini dibutuhkan dalam jumlah yang seimbang dan tepat dalam makanan berupa ransum.







Nutrisi berupa protein yang dibentuk dari berbagai asam amino, sangat diperlukan dalam beberapa proses berikut:
  1. Pembentukan dan pembangunan jaringan tubuh.
  2. Pembentukan berbagai enzim yang berperan dalam proses pencernaan.
  3. Produksi.
Anak ayam periode awal dan juga ayam dewasa yang sedang berproduksi, membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup tinggi. Pada masa awal, anak ayam banyak membutuhkan banyak protein untuk membentuk dan membangun jaringan tubuh, karena pada waktu itu jaringan tubuhnya sedang berkembang. Sementara, bagi ayam dewasa yang sedang berproduksi, jumlah protein dalam jumlah besar, digunakan untuk menggantikan jaringan yang rusak dan untuk berproduksi. Jika ayam kekurangan protein berarti proses pencernaan akan terganggu, sehingga proses pertumbuhan dan kesehatannya pun akan mengalami hambatan.

Dengan demikian kebutuhan protein bagi tiap kelompok ayam berbeda-beda sesuai dengan tingkatan umurnya yaitu sebagai berikut.
  1. Masa awal, starter : 20% - 21%
  2. Masa Grower/ remaja : 17% - !8%
  3. Masa Produksi / layer : 16% - 17%
Untuk memenuhi kebutuhan unsur ini diperlukan bahan makanan yang banyak mengandung protein nabati ataupun hewani.
adapun protein tersebut dapat diperoleh dari beberapa sumber berikut
  1. Tumbuh-tumbuhan (nabati): bungkil kacang kedelai, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa dll.
  2. Hewan (hewani): tepung ikan, tepung rese, skim dll.

Read More

Recent Posts

Latest Tweets

Flickr Photostream